Rabu, 13 Desember 2017

PEMBUATAN LAMPU HEMAT ENERGI SEBAGAI UPAYA HEMAT ENERGI

Energi merupakan kebutuhan yang sangat penting di dunia tidak pernah terbayangkan bagaimana jika energi di suatu dunia itu akan habis, dapat di pastikan seluruh makhluk hidup yang ada di dunia akan mati. Banyak sekali macam dan jenis energi yang berhubungan dengan kehidupan manusia di alam ini, salah satu jenis energi yang banyak dimanfaatkan untuk kehidupan manusia adalah energi listrik. Sesuai dengan perkembangan zaman, energi listrik pada saat ini sangat berguna, karena tanpa energi listrik segala peralatan elektronik yang ada tidak akan berfungsi, bahkan sumber tenaga listrik juga di jadikan sebagai sumber cahaya yang dapat menerangi setiap ruang rumah mereka. Salah satu inovasi untuk mengatasi penggunaan energy listrik yang makin meningkat sekarang ini adalah berupa lampu botol
Lampu botol ini dibuat dengan menggunakan air yang dicampur cairan natrium hipokrolit dan diberi cermin sebagai alat pemokus cahaya yang akan masuk ke dalam botol. Natrium hipoklorit pertama kali diproduksi pada 1789 oleh Claude Louis Berthollet di laboratoriumnya di dermaga Javel di Paris, Perancis, dengan melewatkan gas klor melalui larutan natrium karbonat. Cairan yang dihasilkan, dikenal sebagai “Eau de Javel” (“air Javel”), adalah larutan natrium hipoklorit lemah. Namun, proses ini sangat tidak efisien, dan metode produksi alternative dicari.
Salah satu metode tersebut melibatkan ekstraksi kapur klor (yang dikenal sebagai bubuk pemutih) dengan natrium karbonat untuk menghasilkan klor berkadar rendah. Metode ini umum digunakan untuk menghasilkan larutan hipoklorit untuk digunakan sebagai antiseptic rumah sakit yang dijual dengan nama dagang “Eusol” dan “larutan Dakin” atau Bayclin yang diproduksi PT. Bayer Indonesia (Suryani,2000).
Larutan 12% digunakan secara luas untuk klorinasi air, dan larutan 15% adalah lebih umum digunakan untuk desinfektan air limbah di kilang pengolahan. Natrium hipoklorit juga dapat digunakan untuk mendisinfeksi air minum.
     Natrium hipoklorit ialah suatu senyawa kimia dengan rumus NaOCl. Larutan natrium hipoklorit, umumnya dikenal sebagai pemutih atau clorox, adalah seringkali digunakan sebagai penawar infeksi (desinfektan) atau bahan pemutih. Nama lain natrium hipoklorit ialah natrium klorat(I).

Cermin datar merupakan cermin yang memiliki cermin yang memiliki permukaan datar seperti sebuah garis lurus. Bayangan benda yang dibentuk oleh cermin datar memiliki dimensi ukuran (panjang dan lebar) sama persis dengan dimensi benda dan jarak yang dibentuk antara benda dengan cermin sama dengan jarak antara cermin dengan bayangan. Bentuk bayangan yang ada pada cermin datar ini adalah, maya tegak diperbesar .dengan gambar pembentukan bayangan cermin :

Cepat rambat cahaya pada setiap medium berbeda – beda, bergantung pada kerapatan optik (indeks bias) dari medium dilaluinya. Pada medium yang memiliki kerapatan optik tinggi, cahaya akan memiliki kecepatan yang lebih rendah bila dibandingkan dengan kecepatan cahaya pada medium yang optik lebih rendah (Muh Azhar.1990).
Gambar: Pemantulan cahaya pada cermin datar yang membentuk sudut tertentu terhadap horizontal
Perbandingan antara cepat rambat cahaya dalam ruang hampa (vakum) dan cepat rambat cahaya dalam medium disebut indeks bias mutlak (atau hanya disebut indeks bias), Secara matematis, indeks bias. Cahaya monokhromatik yang melalui bidang batas antara dua medium yang berbeda, akan mengalami pembelokan arah rambat cahaya (pembiasan). Pada peristiwa pembiasan berlaku Hukum Snellius.
Lampu dari botol bekas didapat dari penyerepan cahaya matahari lalu diteruskan cairan pemutih yang ada di botol sehingga menjadi sinar yang menyerupai lampu. Kehadirannya menjadi dampak positif bagi masyarakat meski hanya dapat hidup saat ada sinar matahari, namun kehadirannya mampu mengurangi daya penggunaan listrik.
Adanya lampu botol bekas dari energi matahari mulai dilirik oleh berbagai Negara dari benua Asia hingga benua Amerika. Selain lampu botol plastik, mamfaatnya juga dapat mengurangi sampah plastik yang sulit diurai. Sederhana, namun bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Lebih dari 300 ton emisi karbon dioksida pertahunnya dapat dihemat dengan adanya lampu alternatif ini
Kelemahan dari lampu botol plastik ini  hanya dapat hidup ketika ada sinar matahari, adakalanya lampu botol plastik dapat hidup malam hari dari cahaya rembulan.

CARA PEMBUATAN
Bahan – bahan yang digunakan:
·         Botol Minuman Soda 1,5 liter
·         Lembaran seng gelombang atau datar (± 25 x 20 cm)
·        Cairan Pemutih Pakaian 2 tutup botol (untuk mencegah tumbuhnya lumut di dalam botol airdanpenetralisir agar air dalam botol tetap jernih)
·         Rubber Sealant (pelapis anti bocor untuk atap)
·      Air Jernih (disarankan dari air mineral kemasan, untuk mencegah air menjadi keruh setelah pemasangan beberapa waktu)
·         Cermin datar
Gambar: Bahan pembuatan lampu hemat listrik
Cara pembuatan :
1.      Potong lembaran seng menjadi ukuran 25 x 20 cm
2. Gambar sebuah lingkaran seukuran diameter bagian tengah botol soda, lalu di dalam lingkaran tersebut, gambar lingkaran yang lebih kecil dengan jarak sekitar 1cm, seperti pada gambar
3.  Potong lingkaran bagian dalam (garis lingkaran kecil)dan buat potongan seperti pada gambar pada bagian sisa lingkaran luar untuk tempat melekatkan botol

4.      Gosoklah bagian tengah botol soda dengan kertas amplas, agar bagian itu tidak licin dan merekat kuat saat ditempelkan pada lembaran seng
5. Masukkan setengah bagian botol ke dalam lubang pada lembaran seng, lalu rekatkan dengan rubber sealant (pelapis anti bocor) Pastikan penerapannya merata dan cukup. lalu tunggu hingga betul-betul kering


6.      Setelah rubber sealant kering, isi botol dengan air jernih, lalu tambahkan sekitar 2 tutup botol cairan pemutih pakaian (untuk mencegah tumbuhnya lumut pada botol) 
      Kemudian tutup kembali botol dengan tutupnya,
Pasang cemin datar pada bagian atas seng
dan hasilnya cahaya yang didapat setara dengan lampu biasa.