Energi merupakan
kebutuhan yang sangat penting di dunia tidak pernah terbayangkan bagaimana jika
energi di suatu dunia itu akan habis, dapat di pastikan seluruh makhluk hidup
yang ada di dunia akan mati. Banyak
sekali macam dan jenis energi yang berhubungan dengan kehidupan manusia di alam
ini, salah satu jenis energi yang banyak dimanfaatkan untuk kehidupan manusia
adalah energi listrik. Sesuai dengan perkembangan zaman, energi listrik pada
saat ini sangat berguna, karena tanpa energi listrik segala peralatan
elektronik yang ada tidak akan berfungsi, bahkan sumber tenaga listrik juga di
jadikan sebagai sumber cahaya yang dapat menerangi setiap ruang rumah mereka.
Salah satu inovasi untuk mengatasi penggunaan energy listrik yang makin
meningkat sekarang ini adalah berupa lampu botol
Lampu botol ini dibuat dengan menggunakan air yang dicampur
cairan natrium hipokrolit dan diberi cermin sebagai alat pemokus cahaya yang
akan masuk ke dalam botol. Natrium hipoklorit pertama kali diproduksi pada 1789
oleh Claude Louis Berthollet di laboratoriumnya di dermaga Javel di Paris,
Perancis, dengan melewatkan gas klor melalui larutan natrium karbonat. Cairan
yang dihasilkan, dikenal sebagai “Eau de Javel” (“air Javel”), adalah larutan
natrium hipoklorit lemah. Namun, proses ini sangat tidak efisien, dan metode
produksi alternative dicari.
Salah satu metode tersebut melibatkan ekstraksi kapur klor
(yang dikenal sebagai bubuk pemutih) dengan natrium karbonat untuk menghasilkan
klor berkadar rendah. Metode ini umum digunakan untuk menghasilkan larutan
hipoklorit untuk digunakan sebagai antiseptic rumah sakit yang dijual dengan
nama dagang “Eusol” dan “larutan Dakin” atau Bayclin yang diproduksi PT. Bayer
Indonesia (Suryani,2000).
Larutan 12% digunakan secara luas untuk klorinasi air, dan larutan
15% adalah lebih umum digunakan untuk desinfektan air limbah di kilang pengolahan.
Natrium hipoklorit juga dapat digunakan untuk mendisinfeksi air minum.
Natrium hipoklorit ialah suatu
senyawa kimia dengan rumus NaOCl. Larutan natrium hipoklorit, umumnya dikenal
sebagai pemutih atau clorox, adalah seringkali digunakan sebagai penawar
infeksi (desinfektan) atau bahan pemutih. Nama lain natrium hipoklorit
ialah natrium klorat(I).
Cermin datar merupakan
cermin yang memiliki cermin yang memiliki permukaan datar seperti sebuah garis
lurus. Bayangan benda yang dibentuk oleh cermin datar memiliki dimensi ukuran
(panjang dan lebar) sama persis dengan dimensi benda dan jarak yang dibentuk
antara benda dengan cermin sama dengan jarak antara cermin dengan bayangan. Bentuk
bayangan yang ada pada cermin datar ini adalah, maya tegak diperbesar .dengan gambar
pembentukan bayangan cermin :
Cepat rambat cahaya
pada setiap medium berbeda – beda, bergantung pada kerapatan optik (indeks
bias) dari medium dilaluinya. Pada medium yang memiliki kerapatan optik tinggi,
cahaya akan memiliki kecepatan yang lebih rendah bila dibandingkan dengan
kecepatan cahaya pada medium yang optik lebih rendah (Muh Azhar.1990).
Gambar: Pemantulan
cahaya pada cermin datar yang membentuk sudut tertentu terhadap horizontal
Perbandingan antara
cepat rambat cahaya dalam ruang hampa (vakum) dan cepat rambat cahaya dalam
medium disebut indeks bias mutlak (atau hanya disebut indeks bias), Secara
matematis, indeks bias. Cahaya monokhromatik yang melalui bidang batas antara
dua medium yang berbeda, akan mengalami pembelokan arah rambat cahaya
(pembiasan). Pada peristiwa pembiasan berlaku Hukum Snellius.
Lampu dari botol bekas didapat dari penyerepan
cahaya matahari lalu diteruskan cairan pemutih yang ada di botol sehingga menjadi
sinar yang menyerupai lampu. Kehadirannya menjadi dampak positif bagi
masyarakat meski hanya dapat hidup saat ada sinar matahari, namun kehadirannya
mampu mengurangi daya penggunaan listrik.
Adanya lampu botol bekas dari energi matahari mulai
dilirik oleh berbagai Negara dari benua Asia hingga benua Amerika. Selain lampu
botol plastik, mamfaatnya juga dapat mengurangi sampah plastik yang sulit
diurai. Sederhana, namun bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Lebih dari
300 ton emisi karbon dioksida pertahunnya dapat dihemat dengan adanya lampu
alternatif ini
Kelemahan dari lampu botol plastik
ini hanya dapat hidup ketika ada sinar
matahari, adakalanya lampu botol plastik dapat hidup malam hari dari cahaya
rembulan.
CARA PEMBUATAN
Bahan – bahan yang digunakan:
·
Botol Minuman Soda 1,5 liter
·
Lembaran seng gelombang atau datar (± 25
x 20 cm)
· Cairan Pemutih Pakaian 2 tutup botol
(untuk mencegah tumbuhnya lumut di dalam botol airdanpenetralisir agar air
dalam botol tetap jernih)
·
Rubber
Sealant (pelapis anti bocor untuk atap)
· Air Jernih (disarankan dari air mineral
kemasan, untuk mencegah air menjadi keruh setelah pemasangan beberapa waktu)
·
Cermin datar
Gambar: Bahan pembuatan lampu hemat listrik
Cara pembuatan :
1. Potong lembaran seng menjadi ukuran 25 x 20 cm
2. Gambar sebuah lingkaran seukuran diameter bagian tengah botol soda, lalu di dalam lingkaran tersebut, gambar lingkaran yang lebih kecil dengan jarak sekitar 1cm, seperti pada gambar
3. Potong lingkaran bagian dalam (garis lingkaran kecil)dan buat potongan seperti pada gambar pada bagian sisa lingkaran luar untuk tempat melekatkan botol
4. Gosoklah bagian tengah botol soda dengan kertas amplas, agar bagian itu tidak licin dan merekat kuat saat ditempelkan pada lembaran seng
5. Masukkan setengah bagian botol ke dalam lubang pada lembaran seng, lalu rekatkan dengan rubber sealant (pelapis anti bocor) Pastikan penerapannya merata dan cukup. lalu tunggu hingga betul-betul kering
6. Setelah rubber sealant kering, isi botol dengan air jernih, lalu tambahkan sekitar 2 tutup botol cairan pemutih pakaian (untuk mencegah tumbuhnya lumut pada botol)
Kemudian tutup kembali botol dengan tutupnya,
Pasang cemin datar pada bagian atas seng
dan hasilnya cahaya yang didapat setara dengan lampu biasa.














Tidak ada komentar:
Posting Komentar