Nama : Atik Sofiah
NIM : A1C315020
Prodi : Pendidikan Fisika Reguler
Mata Kuliah : Pengelolaan Laboratorium Fisika
1.
Apa yang
dimaksud dengan Mesin Atwood?
Jawab :
Pesawat Atwood merupakan alat eksperimen yang digunakan untuk mengamati
hukum mekanika gerak yang berubah beraturan. Dalam kehiduapan sehari-hari kita
bias menemui penerapan pesawat Atwood pada cara kerja lift. Sederhananya alat
ini tersusun atas seutas tali yang dihubungkan dengan sebuah katrol, dimana
pada ujung tali dikaitkan massa beban m1 dan m2.
Jika massa benda m1 dan m2 sama (m1
= m2), maka keduanya akan diam. Akan tetapi jika massa benda m2
lebih besar dari pada massa benda m1 (m2 > m1),
maka massa m1 akan tertarik oleh massa benda m2.
Adapun gerak yang terjadi pada pesawat Atwood diantaranya:
1. Gerak Lurus
Beraturan
Merupakan
gerak lurus yang kelajuannya konstan, artinya benda bergerak lurus tanpa ada
percepatan atau a = 0 m/s2. Secara matematis gerak lurus
beraturan dapat dirumuskan sebagai berikut:
S= v/t
Keterangan: S = jarak tempuh benda
v = kelajuan
t = waktu tempuh
2. Gerak lurus
Berubah Beraturan
Merupakan
gerak lurus dengan kelajuan berubah beraturan, dengan percepatan a adalah
konstan.
S= S0+v0t +1/2
at2
Keterangan: S = jarak yang ditempuh
S0= jarak awal
v0= kecepatan awal
t = waktu
Hukum-hukum yang terjadi pada pesawat Atwood
diantaranya:
1. Hukum I
Newton
“jika sebuah benda atau system tibak
dipengaruhi oleh gaya luar, maka benda atau system benda itu akan selalu dalam
keadaan setimbang”.[1]
Jika semula benda diam, maka selamanya benda itu akan diam. Dan jika
benda semula bergerak maka benda akan bergerak lurus beraturan. Secara
matematis hukum I Newton dirumuskan sebagai
∑F = O
Yang
diturunkan dari persamaan ∑F = dp/dt dimana p adalah momentum
linier.
2. Hukum II
Newton
“jika suatu benda atau system benda
diberikan gaya luar, maka percepatan yang ditimbulkan besarnya berbanding lurus
dengan resultan gaya itu, dan searah dengan arah gaya tersebut”.[2]
Semakin besar resultan gaya F maka percepatan a akan semakin
besar. Secara matematis Hukum II Newton dapat dituliskan dengan persamaan:
∑F = ma
3. Hukum III
Newton
“gaya-gaya
selalu terjadi dalam pasangan aksi-reaksi, dan bahwa gaya reaksi adalah sama besar dan berlawanan arah dengan
gaya aksi”.
Faksi = -Freaksi
2.
Mengapa
voltmeter harus dipasang paralel dengan hambatan R sedangkan amperemeter harus
dipasang seri dengan hambatan R?
Jawab:
Amperemeter
adalah alat ukur mengukur arus listrik di suatu titik. Dengan demikian, alat
harus dirangkai secara seri karena besar arus pada rangkaian seri tetap sama.
Jika dipasang paralel maka arus akan berbeda di setiap cabang dan arus listrik
akan terbagi menjadi beberapa bagian. Voltmeter adalah alat untuk mengukur
tegangan. Alat ini digunakan untuk mengukur suatu tegangan dan perbedaan tegangannya
antara satu titik dengan titik yang lain sehingga harus dipasang paralel. Jika
pasang secara seri, maka tidak akan ada yang terukur karena tidak mendeteksi
adanya perubahan suatu tegangan.
Selain
itu voltmeter mempunyai hambatan yg sangat besar (jauh lebih besar daripada
hambatan rangkaian) saat dihubungkan secara paralel dengan rangkaian, maka
hampir semua arus akan mengalir lewat rangkaian sehingga tegangan yang terukur
merupakan tegangan antara 2 titik pada kondisi normal sedangkan amperemeter
mempunyai hambatan yg jauh lebih kecil daripada rangkaian, sehingga ketika
dipasang secara seri dengan rangkaian, arus yang terukur adalah arus yang
mengalir pada rangkaian pada keadaan normal.
3.
Apa yang
dimaksud dengan grounding dan apa
fungsinya?
Jawab:
Grounding adalah suatu jalur langsung dari arus
listrik menuju bumi atau koneksi fisik langsung ke bumi. Grounding atau pertanahan adalah bagian dari
Peralatan Listrik rumah. Grounding atau arde pada instalasi listrik berguna
sebagai pencegah terjadinya kontak antara makhluk hidup dengan tegangan listrik
yang terekspos akibat terjadi kegagalan isolasi.
Fungsi grounding antara lain:
1.
Untuk
keselamatan, grounding berfungsi sebagai penghantar arus listrik langsung ke
bumi atau tanah saat terjadi kebocoran isolasi atau percikan api pada
konsleting, misalnya kabel grounding yang terpasang pada badan/sasis alat
elektronik seperti setrika listrik akan mencegah kita tersengat listrik saat
rangkaian di dalam setrika bocor dan menempel ke badan setrika.
2.
Dalam instalasi
penangkal petir, system grounding berfungsi sebagai penghantar arus listrik
yang besar langsung ke bumi. meski sifatnya sama, namun pemasangan kabel
grounding untuk instalasi rumah dan grounding untuk pernangkal petir
pemasangannya harus terpisah.
3.
Sebagai proteksi
peralatan elektronik atau instrumentasi sehingga dapat mencegah kerusakan
akibat adanya bocor tegangan.
Ground atau juga dikatakan pentanahan yang dapat
dapat di artikan menbuang sebagian elektron yang ada dan di alirkan ke
tanah. Dalam peralatan audio efek ground sangat terasa jika volume suara di
besarkan dengan timbulnya noise/derau yang semakin besar volumenya maka semakin
besar noise yang di timbulkan. Dalam setiap sistem kelistrikan pastinya membutuhkan
kabel ground agar alirannya lebih stabil dan sempurna. Terutama untuk kendaraan
seperti mobil, kabel ground atau yang dikenal juga dengan sebutan kabel massa
ini memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap kinerja komponen didalamnya.
Komponen yang dimaksud bukan hanya yang berupa perangkat elektronik seperti
audio saja, melainkan hingga ke pengapian, kinerja mesin terutama yang telah
menggunakan komponen ECU yang sangat sensitif terhadap arus listrik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar